BRMP NTT Resmi Melepas Siswa Prakerin SMKN 1 Amfoang Barat Laut
Kupang, Selasa 24 Oktober 2025, BRMP NTT melaksanakan acara pelepasan siswa Praktek Kerja Industri (Prakerin) SMKN 1 Amfoang Barat Laut yang bertempat di ruang PPID BRMP NTT. Kegiatan pelepasan tersebut dihadiri oleh Ketua Tim Kerja Layanan dan Penerapan Modernisasi Pertanian BRMP NTT Ir. Irianus Rejeki Rohi, Pendamping Lapang Agustina Hewe, S.ST, Ketua program studi agribisnis ternak unggas Noh Abani, S.Pt, Gr., dan guru pendamping Henny M. Tallo, S.Pt, Gr., beserta siswa prakerin sebanyak 6 siswa.
Pembimbing lapang Agustina Hewe, S.ST menyampaikan ucapan terima kasih kepada para siswa atas kesungguhan mereka selama mengikuti proses pembelajaran di BRMP NTT. Beliau berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi pengembangan kompetensi siswa di masa mendatang. Beliau berpesan agar hal-hal yang kurang berkenan selama kegiatan dapat dimaafkan, sedangkan hal-hal baik yang diperoleh dapat terus dibawa dan diterapkan. Mewakili seluruh rekan kerja pada unit Ayam KUB (Kampung Unggul Balitbang), beliau menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf atas segala kekurangan selama proses prakerin berlangsung.
Ketua program studi agribisnis ternak unggas Noh Abani, S.Pt, Gr., menyampaikan terima kasih kepada BRMP NTT atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama dua tahun terakhir. Beliau juga memohon maaf apabila selama pelaksanaan prakerin terdapat hal-hal yang kurang berkenan dari para siswa. Beliau menjelaskan bahwa masa prakerin sebenarnya direncanakan berlangsung selama dua bulan, namun karena para siswa harus mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA), maka prakerin hanya dapat dilaksanakan selama satu bulan.
Selanjutnya, Ketua Tim Kerja Layana dan Penerapan Modernisasi Pertanian BRMP NTT, Ir. Irianus Rejeki Rohi, M.Si mewakili Ketua BRMP NTT, menyampaikan bahwa kerja sama antara BRMP NTT dan SMK Negeri 1 Amfoang Barat Laut yang telah berjalan selama dua tahun menjadi sarana saling belajar dan melakukan perbaikan bertahap, khususnya dalam pemahaman teknis budidaya Ayam KUB, hal yang membedakannya dari ayam kampung biasa, dan lainnya. Beliau menyampaikan bahwa durasi prakerin selama satu bulan belum cukup untuk menyampaikan seluruh materi yang dirancang untuk dua bulan, sehingga kedepannya diharapkan terdapat penyesuaian jadwal dari pihak sekolah agar prakerin berjalan lebih optimal. Atas nama lembaga, beliau menyampaikan terima kasih dan membuka kesempatan bagi SMKN 1 Amfoang Barat Laut untuk terus melanjutkan kerja sama, dan selanjutnya beliau secara resmi mengembalikan para siswa kepada pihak sekolah. (SHA)